NGOBAR ASSALAM

Ngobar Assalam, ikuti dan kunjungi Ngobar Assalam di Masjid Assalam Minomartani setiap hari Minggu Pagi sehabis sholat jama'ah Subuh.

Kamis, 25 Juli 2019

Fiqh Pra-Nikah


By: Uztad Ammi Nur Baits

Kelemahan manusia…

•Allah berfirman,

يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا

“Allah hendak memberikan keringanan bagi kalian, dan manusia itu diciptakan dalam kondisi lemah.” (QS. An-Nisa: 28).


Ayat ini Allah letakkan sebagai pesan pungkasan setelah Allah menjelaskan tentang beberapa aturan nikah dari ayat 19 – 28 di surat An-Nisa.




à Lemah dalam masalah syahwat. (Tafsir Ibnu Katsir, 2:267)

•Hanya satu solusi halal...



Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَمْ أَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ

Saya belum pernah melihat solusi untuk dua orang yang saling jatuh cinta, selain nikah (HR. Ibnu Majah, Mushannaf Ibn Abi Syaibah dan dishahihkan Al-Albani).



Bersama sukeskan nikah…

•Allah berfirman,

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Nikahkahlah orang yang bujangan diantara kalian serta orang baik dari budak kalian yang laki-laki maupun perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan karunia-Nya. Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui. (QS. An-Nur: 32).


à Bukan hanya tanggung jawab pencari jodoh





Lemah mental…

Thawus – salah seorang tabiin – bercerita, bahwa Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, pernah bertanya kepada seorang lelaki yang layak menikah: “Kamu ingin menikah?” Dia menjawab: “Tidak.”

Spontan Umar menimpali,

إما أن تكون أحمق, وإما أن تكون فاجرًا

“Berarti kamu, kalo bukan orang dungu atau orang fajir (lebih menyukai zina dari pada nikah).” (HR. Abdur Razaq).



Semangat mereka menikah…

Ibnu Mas’ud mengatakan,

لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ وَاحِدٌ أَحْبَبْتُ أَنْ يَكُونَ لِي فِيهِ زَوْجَةٌ

“Andaikan dunia ini hanya tersisa satu hari, saya ingin di hari itu memiliki seorang istri.” (HR. Abdurrazaq dalam Al-Mushannaf, no. 10382 dan Ibnu Abi Syaibah dalam Mushanaf, 15916).



Az-Zuhri menceritakan, bahwa sahabat Syaddad bin Aus, ketika sudah tua dan matanya mulai membuta pernah berpesan,

زَوِّجُونِي، فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصَانِي أَنْ لَا أَلْقَى اللَّهَ أَعْزَبَ

Nikahkanlah aku, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan agar aku tidak bertemu Allah dalam kondisi membujang.. (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Mushanaf, no. 15908).



Menjelang Pernikahan

•Pertama, tanamkan niat yang baik ketika menikah

Dari Umar bin Khatab Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Amal itu ada karena niat, dan pahala yang diperoleh seseorang sesuai apa yang dia niatkan. (HR. Bukhari & Muslim)



•Tanamkan dalam diri anda, anda menikah dalam rangka mengikuti sunah para rasul. Karena Allah berfirman,

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً

Sungguh Aku telah mengutus para rasul sebelum kamu, dan Aku jadikan untuk mereka istri dan keturunan. (ar-Ra’du: 38)


•Tanamkan pula bahwa anda menikah untuk mengikuti ajakan dan motivasi Rasul Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang telah bersabda,

النِّكَاحُ مِنْ سُنَّتِى فَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِى فَلَيْسَ مِنِّى وَتَزَوَّجُوا فَإِنِّى مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ

“Nikah itu sunahku.. siapa yang tidak mengamalkan sunahku, bukan bagian dariku. Menikahlah, karena saya merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan seluruh umat.” (HR. Ibnu Majah)



•Juga jangan lupa tanamkan, menikah dalam rangka memilih yang halal, menjaga kehormatan diri dan pasangan. 

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَوْنُهُمُ الْمُجَاهِدُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِى يُرِيدُ الأَدَاءَ وَالنَّاكِحُ الَّذِى يُرِيدُ الْعَفَافَ

Ada 3 orang yang berhak mendapatkan pertolongan dari Allah, (1) Orang yang berjihad di jalan Allah, (2) Budak mukatab yang ingin menebus dirinya untuk merdeka, dan (3) Orang yang menikah, karena ingin menjaga kehormatannya. (HR. Nasai)

•Kedua, Tawakkal kepada Allah

Allah memberi jaminan bagi siapa saja yang bertawakkal kepada-Nya, maka Dia akan mencukupinya,

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka Dia akan memberi kecukupan baginya.” (QS. at-Thalaq: 3)


à Inilah yang diajarkan oleh para sahabat, terutama bagi orang yang tidak PD ketika menikah.





Abu Said mantan budak Abi Usaid menceritakan,

Aku menikah, sementara aku berstatus seorang budak. Akupun mengundang beberapa orang sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Diantaranya Ibnu Mas’ud, Abu Dzar, dan Hudzaifah. Ketika datang waktu shalat, mereka mempersilahkan diriku untuk menjadi imam. Seusai shalat, mereka mengajariku,

إذا دخل عليك أهلك فصل ركعتين ثم سل الله من خير ما دخل عليك وتعوذ به من شره ثم شأنك وشأن أهلك

Apabila kamu bertemu pertama dengan istrimu, lakukanlah shalat 2 rakaat, kemudian mintalah kepada Allah kebaikan dari semua yang datang kepadamu, dan berlindunglah dari keburukannya. Kemudian lanjutkan urusanmu dengan istrimu. (HR. Ibn Abi Syaibah).



Ada lelaki namanya Abu Hariz. Dia mendatang Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu dan mengadukan kekhawatirannya ketika menikah.

“Saya menikahi wanita gadis masih sangat muda. Saya khawatir, dia tidak suka padaku.”

Nasehat Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu,

إن الإلف من الله والفرك من الشيطان يريد أن يكره إليكم ما أحل الله لكم فإذا أتتك فأمرها أن تصلي وراءك ركعتين، وقل : اللهم بارك لي في أهلي وبارك لهم في اللهم اجمع بيننا ما جمعت بخير وفرق بيننا إذا فرقت إلى خير

Sesungguhnya rasa cinta itu dari Allah, dan kebencian itu dari setan. Setan menginginkan untuk menanamkan kebencian terhadap apa yang Allah halalkan.

Jika kamu bersama istrimu, perintahkan dia untuk shalat dua rakaat di belakangmu, dan bacalah,

اَللَّهُمَّ بارِكْ لي في اَهْلى، وَ بَارِكْ لَهُمْ فِيَّ، اللَّهُمَّ اجْـمَعْ بَـيْنَـنَا مَا جَـمَعْتَ بِـخَيْرٍ وَفَرِّقْ بَـيْنَـنَا إِذَا فَرَّقْتَ إِلَى خَيْرٍ

Ya Allah, berkahilah istriku untukku, dan berkahilah diriku untuk istriku. Ya Allah kumpulkanlah kami, selama kumpul itu dalam kebaikan. Dan pisahkanlah kami jika perpisahan itu untuk kebaikan. (HR. Abdurrazaq dalam Mushannaf )

•Ketiga, Pelajari Fiqh Nikah

Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan,

العلم خير من المال؛ العلم يحرسك و أنت تحرس المال

Ilmu lebih baik dari pada harta, ilmu menjagamu dan harta, kamu yang jaga. (Adab ad-Dunya wad Din hlm. 48 oleh al-Mawardi)

•Keempat, Pahami hak dan kewajiban

Bagian inilah yang paling penting. Masing-masing pasangan harus memahami hak dan kewajiban masing-masing. Setiap keluarga berpeluang menjadi keluarga yang baik, ketika masing-masing memenuhi semua yang menjadi tanggung jawabnya.



Tidak seimbang dalam hak dan kewajiban

Allah berfirman,

وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ (1) الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ (2) وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ (3) أَلَا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ



Fiqih Syawal


By: Uztad Ammi Nur Baits

Asal Nama Syawal

Ibnul ‘Allan asy-Syafii,

“Penamaan bulan Syawal itu diambil dari kalimat Sya-lat al Ibil yang maknanya onta itu mengangkat ekornya. Syawal dimaknai demikian, karena dulu orang-orang Arab menggantungkan alat-alat perang mereka, disebabkan sudah dekat dengan bulan-bulan haram, yaitu bulan larangan untuk berperang.

(Dalil al-Falihin li Syarh Riyadh al Shalihin)

•Bulan Syawal, bulan Peningkatan??

Tradisi Jahiliyah

Orang arab menganggap bulan Syawal sebagai bulan pantangan. Sehingga mereka melarang mengadakan acara pernikahan di bulan Syawal. Mereka sebut bulan ini dengan bulan Syawal karena para wanita menolak untuk dinikahi sebagaimana onta betina yang menolak sambil sya-lat (mengangkat) ekornya, setelah didekati onta jantan. (Lisanul 'Arab)

Anjuran Menikah

•A'isyah menceritakan, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menikahiku di bulan Syawal, dan beliau tinggal satu rumah denganku juga di bulan Syawal. Siapakah diantara istri beliau yang lebih beruntung dari pada aku. (HR. Ahmad & Muslim)

•Nawawi: “Tujuan Aisyah mengatakan demikian adalah sebagai bantahan terhadap keyakinan jahiliah dan khurafat yang beredar di kalangan masyarakat awam, bahwa dimakruhkan menikah atau melakukan malam pertama di bulan Syawal.

Qadha Itikaf

A'isyah menceritakan i'tikafnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,

Di pagi harinya, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melihat ada banyak kemah para istrinya. Beliau bertanya: Apa-apaan ini? Setelah diberi tahu, beliau bersabda kepada para istrinya: “Apakah kalian menganggap ini baik?” kemudian beliau tidak i'tikaf di bulan ramadhan itu, dan beliau i'tikaf pada sepuluh hari di bulan Syawal.” (HR. Al Bukhari & Muslim)



•Abu Thayib Abadi mengatakan:

  I'tikaf beliau di bulan Syawal sebagai ganti (qadla) untuk i'tikaf bulan Ramadlan yang beliau tinggalkan...(Aunul Ma'bud-syarah Abu Daud, 7/99)



Puasa 6 Hari Syawal

Dari Abu Ayyub al-Anshari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Siapa yang puasa ramadhan, kemudian dia ikuti dengan 6 hari puasa syawal, maka seperti puasa setahun.” (HR. Muslim 1164)



1.Boleh dilakukan selama syawal

2.Tidak harus berurutan

3.Harus genap ramadhannya

4.Tidak boleh digabung niat dengan puasa qadha

5.Bisa digabung niat dengan puasa senin kamis atau ayamul bidh

6.Semakin cepat, semakin besar pahalanya



Minta Maaf di Bulan Syawal

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,



من كانت له مظلمة لأخيه من عرضه أو شيء فليتحلله منه اليوم قبل أن لا يكون دينار ولا درهم إن كان له عمل صالح أخذ منه بقدر مظلمته وإن لم تكن له حسنات أخذ من سيئات صاحبه فحمل عليه



“Orang yang pernah menzalimi saudaranya dalam hal apa pun, maka hari ini ia wajib meminta agar perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya, sebelum datang hari saat tidak ada ada dinar dan dirham, karena jika orang tersebut memiliki amal saleh, amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezalimannya. Namun, jika ia tidak memiliki amal saleh maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia zalimi.” (HR. Bukhari, no. 2449)



•Tidak ada dalil khusus di bulan syawal

•Jangan sampai menimbulkan maksiat baru

•Segera minta maaf jika ada kesalahan








Kasus Fiqh Qurban


By: Uztad Ammi Nur Baits


Idul Adha di Hari Jum’at



•Hadis Seputar Hari Raya di Hari Jumat

Hadis Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu, bahwa Muawiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepadanya: “Apakah anda pernah mengikuti hari raya yang bertepatan dengan hari jumat di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?” “Lalu apa yang beliau lakukan?” Jawab Zaid:

صلى العيد ثم رخص في الجمعة، فقال: من شاء أن يصلي فليصل

“Beliau shalat id, dan memberi keringanan untuk tidak shalat jumat. Beliau berpesan: ‘Siapa yang ingin shalat jumat, hendaknya dia shalat.’” (HR. Ahmad, Abu Daud, Nasai, ibn Majah, Ad-Darimi).



•Hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قد اجتمع في يومكم هذا عيدان، فمن شاء أجزأه من الجمعة، وإنا مجمعون

“Pada hari ini terkumpul dua hari raya (jumat dan id). Siapa yang ingin shalat hari raya, boleh baginya untuk tidak jumatan. Namun kami tetap melaksanakan jumatan.” (HR. Abu Daud, Ibn Majah)



Hadis dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau menceritakan:

اجتمع عيدان على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم فصلى بالناس ثم قال: من شاء أن يأتي الجمعة فليأتها ومن شاء أن يتخلف فليتخلف

Pernah terkumpul dua hari raya dalam sehari di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau mengimami shalat id, dan berkhutbah: “Siapa yang ingin jumatan, silahkan datang jumatan. Siapa yang ingin tidak hadir jumatan, boleh tidak hadir.” (HR. Ibn Majah).



Riwayat dari Abu Ubaid, bekas budak Ibnu Azhar, bahwa beliau pernah mengalami kejadian berkumpulnya dua hari raya di zaman Utsman bin Affan. Ketika itu hari jumat. Kemudian beliau shalat hari raya, lalu berkhutbah:

يا أيها الناس إن هذا يوم قد اجتمع لكم فيه عيدان، فمن أحب أن ينتظر الجمعة من أهل العوالي فلينتظر، ومن أحب أن يرجع فقد أذنت له

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya pada hari ini terkumpul dua hari raya. Siapa diantara penduduk pedalaman yang ingin menunggu jumatan maka hendaknya dia menunggu (tidak pulang). Dan siapa yang ingin pulang, aku izinkan dia untuk pulang.” (HR. Bukhari dan Malik dalam Al-Muwatha’)



Lajnah Daimah memutuskan hukum berikut:

•Orang yang telah menghadiri shalat id, mendapat keringanan untuk tidak menghadiri jumatan. Dan dia wajib shalat dzuhur setelah masuk waktu dzuhur. Akan tetapi jika dia tidak mengambil keringanan, dan ikut shalat jumat maka itu lebih utama.

•Orang yang tidak menghadiri shalat id maka tidak termasuk yang mendapatkan keringanan ini. Karena itu, kewajiban jumatan tidak gugur baginya, sehingga dia wajib berangkat ke masjid untuk melaksanakan shalat jumat. Jika di masjid tempatnya tidak ada shalat jumat maka dia shalat dzuhur.



•Wajib bagi takmir masjid atau petugas jumatan untuk mengadakan jumatan di masjidnya, untuk menyediakan sarana bagi mereka yang tidak shalat id atau orang yang ingin melaksanakan jumatan. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam khutbahnya: “Namun kami tetap melaksanakan jumatan” sebagaimana disebutkan dalam hadis-hadis di atas.

•Orang yang shalat id dan mengambil keringanan untuk tidak jumatan, dia wajib shalat dzuhur setelah masuk waktu dzuhur.

•Tidak disyariatkan mengumandangkan adzan di hari itu, kecuali adzan di masjid yang diadakan shalat jumat. Karena itu, tidak disyariatkan melakukan adzan dzuhur di hari itu.



•Menunda Menyembelih Qurban Karena Hari Jumat?

Dari Jubair bin Muth’im, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ ذَبْحٌ

“Di semua hari tasyriq, boleh menyembelih.” (HR. Ahmad)



Qurban paling afdhal, tanggal 10 Dzulhijjah,

Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

“Tidak ada hari dimana amal salih itu lebih dicintai Allah melebihi amal salih yang dilakukan di sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah, pen.).” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad fi sabilillah? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Termasuk jihad fi sabilillah. Kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad), dan tidak ada satupun yang kembali.” (HR. Al-Bukhari, Ahmad)



Larangan memotong kuku

Dari Ummu Salamah dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam,

مَن كانَ لَهُ ذِبحٌ يَذبَـحُه فَإِذَا أَهَلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ

“Barangsiapa yang telah memiliki hewan yang hendak diqurbankan, apabila telah masuk tanggal 1 Dzulhijjah, maka janganlah dia memotong sedikitpun bagian dari rambut dan kukunya hingga dia selesai menyembelih.” (HR. Muslim)



Kasus Qurban & Dzulhijjah

1.- Puasa tgl 8/9 Dzulhijjah

2.- Takbiran - bacaan takbir 2 kali atau 3 kali

3.- Istilah amil qurban

4.- Aqiqah dewasa

5.- Niat yg beda utk 1 qurban sapi

6.- Masalah Distribusi Kulit

7.- Pemerataan hasil qurban

8.Kuku terpotong saat ngiris bawang



Puasa tgl 8/9 Dzulhijjah

•8 Dzulhijjah = hari tarwiyah

•Hari tarwiyah adalah tanggal 8 Dzulhijjah. Istilah tarwiyah berasal dari kata tarawwa [arab: تَرَوَّى] yang artinya membawa bekal air

•Ibn Qudamah mengatakan,

سمي بذلك لأنهم كانوا يتروون من الماء فيه، يعدونه ليوم عرفة. وقيل: سمي بذلك؛ لأن إبراهيم – عليه السلام – رأى ليلتئذ في المنام ذبح ابنه، فأصبح يروي في نفسه أهو حلم أم من الله تعالى؟ فسمي يوم التروية



Puasa Tarwiyah

Ada hadis menyatakan,

مَنْ صَامَ الْعَشْرَ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ صَوْمُ شَهْرٍ ، وَلَهُ بِصَوْمِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ سَنَةٌ ، وَلَهُ بِصَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ سَنَتَانِ

”Siapa yang puasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Dan untuk puasa pada hari tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari arafah, seperti puasa dua tahun.”



•Ibnul Jauzi (wafat 597 H) mengatakan (al-Maudhu’at, 2/198),

وهذا حديث لا يصح . قَالَ سُلَيْمَان التَّيْمِيّ : الطبي كذاب . وَقَالَ ابْن حِبَّانَ : وضوح الكذب فِيهِ أظهر من أن يحتاج إِلَى وصفه



•As-Syaukani (wafat 1255 H) mengatakan (al-Fawaid al-Majmu’ah, 1/45),

رواه ابن عدي عن عائشة مرفوعاً ولا يصح وفي إسناده : الكلبي كذاب


Puasa Arafah

Dari Abu Qatadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صيام يوم عرفة أحتسب على الله أن يكفّر السنة التي قبله ، والسنة التي بعده

“…puasa hari arafah, saya berharap kepada Allah agar menjadikan puasa ini sebagai penebus (dosa, pen.) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya.” (HR. Ahmad dan Muslim).

•Takbiran - bacaan takbir 2/3 kali?

•Lafadz Takbiran

Pertama, Takbir Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Riwayat dari beliau ada 2 lafadz takbir:

أ‌-  اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

ب‌-  اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

Keterangan:

Lafadz: “Allahu Akbar” pada takbir Ibn Mas’ud dibaca 2 kali atau 3 kali. Semuanya diriwayatkan Ibn Abi Syaibah dalam Al Mushannaf.



Kedua, Takbir Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma:

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَأَجَلُّ ؛ اللَّهُ أَكْبَرُ، عَلَى مَا هَدَانَا

•Keterangan:

Takbir Ibn Abbas diriwayatkan oleh Al-Baihaqi



Ketiga, Takbir Salman Al Farisi radhiyallahu ‘anhu:

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا

•Keterangan:

Ibn Hajar mengatakan: Takbir Salman Al Farisi radhiyallahu ‘anhu diriwayatkan oleh Abdur Razaq dalam Al Mushanaf dengan sanad shahih dari Salman.



Aqiqah Dewasa?

•Jika ada anak yang belum diakikahi bapaknya, apakah si anak dibolehkan untuk mengakikahi diri sendiri?

Ibnu Qudamah,

“Jika dia belum diakikahi sama sekali, kemudian balig dan telah bekerja, maka dia tidak wajib untuk mengakikahi dirinya sendiri.”

Imam Ahmad ditanya tentang masalah ini, ia menjawab, “Itu adalah kewajiban orang tua, artinya tidak wajib mengakikahi diri sendiri. Karena yang lebih sesuai sunah adalah dibebankan kepada orang lain (bapak). Sementara Imam Atha dan Hasan Al-Bashri mengatakan, “Dia boleh mengakikahi diri sendiri, karena akikah itu dianjurkan baginya, dan dia tergadaikan dengan akikahnya. Karena itu, dia dianjurkan untuk membebaskan dirinya.” 

Sementara menurut pendapat kami, akikah disyariatkan untuk dilakukan bapak. Oleh karena itu, orang lain tidak perlu menggantikannya….” (Al-Mughni, 9/364)

•Niat yg beda utk 1 qurban sapi

al-Kasani,

ألاّ يشارك المضحّي فيما يحتمل الشّركة من لا يريد القربة رأساً ، فإن شارك لم يَـجُز عن الأضحيّة

Syarat ketiga, orang yang tidak punya keinginan untuk beribadah sama sekali, tidak boleh ikut bergabung bersama orang yang berqurban. Jika dia ikut, maka qurbannya tidak batal.



Adab Berhari Raya Hukum Menghadiri Id

By: Uztad Ammi Nur Baits


Shalat Id hukumnya wajib bagi setiap muslim. (Abu Hanifah, Ahmad, Syaikhul Islam dan Ibnul Qoyim) .



Kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam melaksanaknnya.

Kebiasaan para khulafa ar-Rosyidin setelah wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hadis Ummu ‘Athiyah radliallahu ‘anha, bahwa beliau mengatakan: Kami diperintahkan untuk mengajak keluar gadis yang baru baligh, gadis-gadis pingitan, dan orang-orang haid untuk menghadiri shalat Idul Fitri dan Idul Adha….(HR. Bukhari dan Muslim)               


Adanya perintah menunjukkan bahwa itu wajib

Shalat Id merupakan salah satu syiar Islam yang paling besar. 

Adab Shalat Hari Raya



1. Mandi pada Hari Id

Said bin al-Musayyib mengatakan:

سنة الفطر ثلاث : الـمَشْي إِلى الـمُصَلى ، و الأَكل قَبل الخُروج، والإِغتِسال

“Sunah ketika Idul Fitri ada tiga: berjalan menuju lapangan, makan sebelum keluar (menuju lapangan), dan mandi. (Ahkamul Idain karya al-faryabi dan sanadnya dishahihkan al-Albani)



Catatan: Boleh mandi hari raya sebelum atau sesudah subuh. Ini adalah pendapat yang kuat dalam Madzhab Syafi’i dan imam Ahmad.



2. Berhias & Memakai Parfum

Dari Ibnu Abbas, bahwa pada suatu saat di hari Jumat, Nabi bersabda:

إِنَّ هَذَا يَومُ عِيدٍ جَعَلهُ الله لِلمُسلِمِينَ فمَن جاءَ إلى الـجُمعةِ فَليَغتَسِل وَإِن كانَ عِندَه طِيبٌ فَليَمسَّ مِنهُ وَعَلَيكُم بِالسِّواكِ

“Sesungguhnya hari ini adalah hari raya yang Allah jadikan untuk kaum muslimin. Barangsiapa yang hadir jumatan, hendaknya dia mandi. Jika dia punya wewangian, hendaknya dia gunakan, dan kalian harus gosok gigi.” (HR. Ibn Majah dan dihasankan al-Albani)



3. Memakai Baju Terbagus

Dari Jabir bin Abdillah, beliau mengatakan:

كانت للنبي -صلى الله عليه وسلم- جُبّة يَلبسُها فِي العِيدَين ، وَ يَوم الـجُمعَة

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki jubah yang beliau gunakan ketika hari raya dan hari Jumat.” (HR. Ibn Khuzaimah dan kitab shahihnya)



4. Sarapan Dulu

Dari Buraidah, beliau berkata:

لاَ يَـخرجُ يَومَ الفِطرِ حَتَّى يَطعَمَ ولاَ يَطعَمُ يَومَ الأَضْحَى حَتَّى يُصلِّىَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berangkat menuju shalat Idul Fitri sampai beliau makan terlebih dahulu, dan ketika Idul Adha, beliau tidak makan sampai shalat dahulu. (HR. At Turmudzi, Ibn Majah, dan dishahihkan al-Albani)



5. Menuju Lapangan Jalan Kaki

Dari Sa’d radliallahu ‘anhu,

أنَّ النَّبـىَّ -صلى الله عليه وسلم- كانَ يَـخْرج إلَى العِيد مَاشِيًا وَيَرجِعُ مَاشِيًا

Bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju lapangan dengan berjalan kaki dan beliau pulang juga dengan berjalan. (HR. Ibn majah dan dishahihkan al-Albani)

Waktu Shalat Id



Dari Yazid bin Khumair, beliau mengatakan: suatu ketika Abdullah bin Busr, salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar bersama masyarakat menuju lapangan shalat Id. Kemudian beliau mengingkari keterlambatan imam. Beliau mengatakan:

إِنّا كُنّا قَد فَرَغنَا سَاعَتَنَا هَذه و ذلكَ حِينَ التَّسبِيح



“Kami dulu telah selesai dari kegiatan ini (shalat Id) pada waktu dimana shalat sunah sudah dibolehkan.” (HR. Bukhari secara mu’allaq dan Abu Daud dengan sanad shahih)



Syaikh Abu Bakr al-Jazairi mengatakan,

Waktu mulainya shalat Id adalah sejak matahari naik setinggi tombak sampai tergelincir. Namun yang lebih utama adalah shalat Idul Adha dilaksanakan di awal waktu, sehingga memungkinkan bagi masyarakat menyelesaikan sembelihannya dan mengakhirkan pelaksanaan sahalat Idul Fitri, sehingga memungkinkan bagi masyarakat untuk membagikan zakat fitrinya. (Minhajul Muslim, hal. 278)



Tempat Shalat Id



1. Ketika di Mekah

Tempat pelaksanaan shalat Id di Mekah yang paling afdhal adalah di Masjidil Haram. Karena semua ulama senantiasa melaksanakan shalat Id di masjidil haram ketika di makah.

Imam an-Nawawi mengatakan: …ketika di Mekah, maka masjidil haram paling afdhal (untuk tempat shalat Id) tanpa ada perselisihan di kalangan ulama. (al-Majmu’ Syarah al-Muhadzab, 5:524)



2. Di Luar Mekah

Tempat shalat Id yang sesuai sunah adalah lapangan. Kecuali jika ada halangan seperti hujan atau halangan lainnya.



Dari Abu Sa’id al-Khudri,

كَانَ رَسُول الله -صلى الله عليه وسلم- يَـخْرجُ يَومَ الفِطرِ و الأَضحَى إلَى الـمُصلَّى، فَأَوَّلُ شَىْءٍ يَبْدَأ بِهِ الصَّلاةُ



Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju lapangan ketika Idul Fitri dan Idul Adha. Pertama kali yang beliau lakukan adalah shalat Id. (HR. Bukhari dan Muslim)



Adab Ketika Menuju Lapangan 



1. Mengambil Jalan yang Berbeda

Dari Jabir bin Abdillah radliallahu ‘anhuma,

إِذا كانَ يَومُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّريقَ

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hari raya mengambil jalan yang berbeda (ketika berangdan dan pulang). (HR. Bukhari)



2. Makmum Datang Lebih Awal.

Adapun imam, dianjurkan untuk datang agak akhir sampai waktu shalat dimulai.

Karena imam itu ditunggu bukan menunggu. Demikianlah yang terjadi di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama para sahabat



3. Bertakbir Sejak dari Rumah hingga Mulai Shalat

Termasuk sunah, bertakbir di jalan menuju lapangan dengan mengangkat suara. Khusus wanita, takbirnya pelan.

Dari Ibnu Umar, bahwa beliau mengeraskan bacaan takbir pada saat Idul Fitri dan Idul Adha ketika menuju lapangan, sampai imam datang. (HR. ad-Daruquthni dan al-Faryabi dan dishahihkan al-Albani)

Dari Abu Qotadah radliallahu ‘anhu bahwa beliau berangkat shalat Id dan beliau bertakbir hingga tiba di lapangan. (HR. al-Faryabi dalam Ahkamul Idain)



4. Tidak Boleh Membawa Senjata, kecuali Terpaksa

Dari Said bin Jubair, beliau mengatakan: Kami bersama Ibnu Umar, tiba-tiba dia terkena ujung tombak di bagian telapak kakinya. Maka aku pun turun dari kendaraan dan banyak orang menjenguknya. Ada orang yang bertanya: Bolehkah kami tau, siapa yang melukaimu? Ibnu Umar menunjuk orang itu: Kamu yang melukaiku. Karena kamu membawa senjata di hari yang tidak boleh membawa senjata…(HR. Bukhari)



Wanita Haid Tetap Berangkat ke Lapangan



Dari Ummu ‘Athiyah radliallahu ‘anha,

أمرنا رسول الله -صلى الله عليه وسلم- أن نخرجهن في الفطر والأضحى: العواتق، والحيض، وذوات الخدور، فأما الحيض فيعتزلن الصلاة، ويشهدن الخير ودعوة المسلمين



Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk mengajak keluar gadis yang baru baligh, gadis-gadis pingitan, dan orang-orang haid untuk menghadiri shalat Idul Fitri dan Idul Adha…. Saya bertanya: Ya Rasulullah, ada yang tidak memiliki jilbab? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hendaknya saudarinya meminjamkan jilbabnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)



Syarat Wanita Berangkat ke Lapangan



1. Menutup Aurat Sempurna

2. Tidak memakai minyak wangi dan pakaian yang mengundang perhatian

Jumat, 29 Maret 2019

HAKEKAT HIDUP BERKAH (BAROKAH)


SIDIK TONO NGOBAR AS-SALAM Ahad, 17 Desember 2017


WAKTU DAN KARUNIA

Semua orang merasakan waktu demikian cepat dan karunia itu ada, walau tidak semua dapat menyelami apa hakekat ini sebenarnya (Al-Ghozali)
Ada perhitungan waktu menurut ilmu falak dan ada perhitungan waktu menurut rasa atau perasaan.
Saat ini dunia berkembang pesat ilmu dan teknologi, namun seorang ilmuan Islam (Yusuf Qardlawi) berpendapat kehidupan sekarang ini kosong dari berkah.

alasannya
sejak iman itu hilang hakekatnya, sehingga manusia dalam keterasingan rohani mereka mencari pelepas haus kehidupan pada hiburan alami dan hiburan tahayul yang dikemas dengan budaya.
Saat ini, banyak keinginan seseorang untuk melupakan penderitaan jiwanya dari kenyataan yang dihadapi untuk menuju kepada kebahagiaan khayali dengan sekedar mencari hiburan fisik (material), jika hiburan jiwa cenderung hiburan tahayul bukan hiburan yang dibimbing hidayah Allah.
Sejak merajalelanya materi mewajahi kehidupan manusia pada abad melinium ini, sehingga kita dapat melihat keringnya keberkahan.
Dalam kesibukan dan kegelisahan yang dibuatnya, maka dirasakan betapa cepatnya waktu bergerak dan rakusnya terhadap dunia yang melelahkan hingga lemahnya prilaku ketaatan kepada Allah.

" اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ، باسم اللَّهِ " انتهى ، وفي «صحيح مسلم»
Berkah berasal dari bahasa Al-Qur’an dan As-Sunnah yaitu al-barokah.
Menurut Raghib Isfahani, berkah adalah selalu tetapnya karunia ilahi pada sesuatu, atau sesuatu yang bertambah dan berkembang mengarah kepada yang baik menurut ridla Allah.
Menurutnya, tidak semua yang berkembang itu mengarah pada yang baik, malah ada pula yang mengarah kepada yang negatif, buruk, dan maksisat. Seperti ilmu yang melahirkan kecurangan dan kerusakan, kedudukan yang melahirkan penyelewengan, korupsi dan khianat, harta (kekayaan) melahirkan keangkuhan dan kesombongan, dan seterusnya. Itulah efek samping akibah berkembang tanpa ada berkah.
Dalam segala sesuatu tercurah karunia ilahi yang berkembang dengan baik yang diridloi Allah. Itulah berkah yang seharusnya ada pada kehidupan setiap muslim.


Contoh waktu teks proklamasi dibacakan pada 17 Agustus 1945, lalu diringi pidato proklamator yang ditutup: “... Insya Allah Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu”. karena itu, seharusnya kemerdekaan itu selalu berada dalam limpahan karunia Ilahi.
Seharusnya semua tindakan, aktifitas, perbuatan dan tingkah laku bergerak ke arah yang baik yang diridhoi Ilahi. Sayang kaata berkah itu tidak pernah digali hakekatnya, sebagaimana menggali dan mengkaji setiap pasal-pasal politik, ekonomi, sosial, seni-budaya, militer dan lain-lain dalam UUD 1945. 
Kelalaian ini menimbulkan berbagai krisis yang dialami bangsa kita sejak menjadi bangsa yang merdeka?.

uإِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُون


َالَ هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ (40)





Selasa, 30 Oktober 2018

Membuka Kehebatan Manusia dari Ilmu Genetika


BY. Prof. Kuswandi




Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".( QS. Al Baqarah:30)


sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya

Keberadaan manusia : seperti seseorang main lotere 1 triliun rupiyah ( 100 juta dolar) selama satu juta kali berturut-turut.
Manusia terdiri dr 100 trilun sel, 23 pasang Kromosom. Terdapat 70 triliun Kombinasi Gen. Dimana Gen (DNA) terdiri dr 4 huruf ATGC sebanyak 3 milyar huruf.


Apabila DNA satu manusia direntangkan, panjangnya 600 x jarak Bumi dengan Matahari atau 8000 x jarak Bumi dengan Bulan. 

Padahal DNA dikemas dg ringkas: DNA 6 milyar manusia bila dikumpulkan lebih kecil dr satu butir beras


GEN TIDUR (SILENT GENE)

Hanya 5 -10% gen aktif, sisanya SILENT GENE  bukti :
KLONING  
PUBERTAS, terjadi perubahan nyata: rambut, payudara, suara, sperma.
Mutasi lalat buah ( Drosophilla Melanogaster)

Setiap individu dianugerahi 1 set gen yg unik dan beraneka ragam waktu dan metoda pengaktifan.
Banyak pemenang hadiah NOBEL yang BUKAN pelajar yang LUAR BIASA.


MENGAKTIFKAN GEN

Cara mengaktifkan gen yang tidur :
1. memanfaatkan tekanan-tekanan (pressures).
2. lingkungan baru, 
3. kebiasaan-kebiasaan baru (tindakan),
4. mengubah kekalahan menjadi kemenangan.
5. Cita-cita besar (A.B.C.D).
 TOMBO ATI
SEMUANYA BERSUMBER PD PERUBAHAN 
PERSEPSI/PARADIGMA/CARA BERFKIR 

SECARA FISIK MANUSIA DITENTUKAN OLEH  REAKSI-REAKSI KIMIA DIDALAM TUBUHNYA
,
SEBAGIAN BESAR REAKSI DIKENDALIKAN OLEH PROTEIN A.L. ENZIM, HORMON, AKTIVATOR, REPRESOR, DSB.

PENDAHULUAN
PROTEIN DIKODE OLEH KODON-KODON DALAM mRNA (TRANSLASI), SEDANG mRNA ADALAH HASIL TRANSKRIPSI GEN ATAU DNA  PROTEIN DITENTUKAN OLEH GEN.
( GEN SEBAGIAN DNA PADA KROMOSOM)

MANUSIA DITENTUKAN OLEH 2 HAL :
KETURUNAN: 
1. Gen yang merupakan DNA adalah informasi genetika yang diturunkan dari orang tua kepada anak-anaknya. Singa melahirkan singa, burung elang menurunkan burung elang dan manusia menurunkan manusia. Beberapa penyakit terbukti juga diturunkan dari orang tua ke anak-anaknya.

2. LINGKUNGAN, sangat mempengaruhi manusia, misal pengaruh pendidikan, makanan dan minuman, budaya, alam sekitar, pengalaman.

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.
Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?
Dia diciptakan dari air yang terpancar,
yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.
Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati).  
QS At Thaariq: : 5-8).


maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya

sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu,
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.(QS As Syams: 8-10)


KEKUATAN PRINSIP

Sebuah keterangan, sepotong kalimat, sebuah kejadian   mampu mengubah PARADIGMA BERPIKIR seseorang.
SETIAP ORANG MEMILIKI JIWA
KEBEBASAN MEMILIH SIKAP : positif-negatif, reaksi benar-salah, berhenti-melanjutkan, marah –sabar, reaktif-proaktif, reaksi baik-buruk.
TANGGUNG JAWAB KITA : reaksi kita, sikap, keputusan
PENGARUH LINGKUNGAN adalah
KEMAMPUAN MENGENDALIKAN HATI DAN PIKIRAN
PENTINGNYA PRINSIP  PRINSIP DASAR ADALAH Kesadaran fitrah
JALAN FITRAH : TINDAKAN YG DIBIMBING OLEH SUARA HATI (God-Spot)


Sebuah keterangan, sepotong kalimat, sebuah kejadian   mampu mengubah PARADIGMA BERPIKIR seseorang.
SETIAP ORANG MEMILIKI JIWA
KEBEBASAN MEMILIH SIKAP : positif-negatif, reaksi benar-salah, berhenti-melanjutkan, marah –sabar, reaktif-proaktif, reaksi baik-buruk.
TANGGUNG JAWAB KITA : reaksi kita, sikap, keputusan
PENGARUH LINGKUNGAN adalah
KEMAMPUAN MENGENDALIKAN HATI DAN PIKIRAN
PENTINGNYA PRINSIP  PRINSIP DASAR ADALAH Kesadaran fitrah
JALAN FITRAH : TINDAKAN YG DIBIMBING OLEH SUARA HATI (God-Spot)

MASYARAKAT YANG TIDAK MENYUSAIKAN DIRI DG LINGKUNGAN BARU (tidak bermutasi), AKAN TERTINGGAL,TERISOLASI, DAN AKAN MENGGANGGU MASYARAKAT LUAS,

 CONTOH :
KAUM GYPSY DI EROPAH YANG NOMADEN, TAK MAU SEKOLAH, SUKA MENGEMIS DG PAKSA DAN MENCOPET.

2. PEGAWAI NEGERI YANG JUSTRU TETAP BERTAHAN DENGAN SERVICE BURUK: LAMBAT, MINTA UANG, TANPA SENYUM.  



Manusia yang dapat menjadi contoh

Dr. Hellen Keller, 
PM. Winston Churchill,
Neil Amstrong,
Abraham Lincoln, 
Martin Luther King
Dr. Muhammad Yunus
Syeikh Maktoum Bin Rashid Al Maktoum


DNA manusia terdiri dari EXON dan INTRON

INTRON harus DIBUANG (SPLICING), bila tidak hilang maka GEN akan GAGAL menjadi PROTEIN 



TUMBUH KEMBANG MANUSIA

SELURUH ASPEK PERUBAHAN SEJAK DARI SAAT
KONSEPSI  DEWASA

TUMBUH:
SECARA FISIK  UKURAN BERUBAH AKIBAT :
1.  MULTIPLIKASI SEL &
 2. PERTAMBAHAN ZAT ANTARSEL 

BERKEMBANG
1. MATURASI (PEMATANGAN)
2. DIFERENSIASI SEL/JARINGAN
3. FUNGSI YANG KOMPLEKS BERTAMBAH


POLA UMUM TUMBUH KEMBANG JARINGAN

SEL (UNSUR STRUKTURAL)
MULTIPLIKASI
DIFERENSIASI
JARINGAN
DIFERENSIASI
MATURASI

ORGAN
(TUBUH)

Pada saat pertumbuhan embrio, terdapat faktor-faktor yg mempengarui antara lain:1
1. Faktor genetik
2. Faktor nutrisi
3. Faktor lingkungan
Pada saat proses diferensiasi sel telah tercapai, kondisi sel harus dijaga yaitu melalui kombinasi berbagai faktor 
1. Cell memory yang terdapat dalam genome.
2. Interaksi dengan sel-sel terdekat, melalui faktor parakrin.
3. Sekresi berbagai faktor (faktor autokrin), termasuk faktor tumbuh.


PADA SETIAP FASE  KECEPATAN TUMBUH KEMBANG BERBEDA
PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN ANAK CEPAT

    1.   PRALAHIR (DALAM KANDUNGAN)           TRIWULAN I : ORGANOGENESIS           TRIWULAN II : PERKEMBANGAN FUNGSI ORGAN           TRIWULAN III    : MATURASI ORGAN
    2.    PASCA LAHIR            SAAT LAHIR s.d. USIA 4 TAHUN
    3.    AKIL BALIGH
 LAMBAT
    1.    UMUR 4 TAHUN s.d. PUBERTAS
    2.    DEWASA MUDA


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN

1. INFEKSI/PENYAKIT
2. GENETIK
3. HORMONAL
4. OBAT-OBATAN
5. MAKANAN (GIZI)


Congenital disorder  kondisi medis yg tampak saat lahir. 
Namun sebenarnya dapat dikenali sejak prenatal, saat lahir atau saat dewasa atau tidak sama sekali 
Congenital disorders Dapat diakibatkan oleh: 
1. Abnormalitas genetik 
2. Kondisi lingkungan intrauterine
3. Errors pd morphogenesis, atau
4. Unknown factors.
Congenital conditions Dapat merupakan suatu:  
Penyakit, defek, disorders, anomalies, atau perbedaan/variasi genetik

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB MALFORMASI 
    KONGENITAL

1. Endogenous
2. Exogenous
3. Multifactorial Inheritance





RIDHO DENGAN TAQDIR ALLAH

By: H. Sidik Tono, Drs. M.Hum.DR.

Pengantar

Setiap Ketentuan Takdir Allah pada hambanya pasti membawa kemaslahatan-kemaslahatan meskipun hamba tersebut belum menyadarinya. Sikap seorang mukmin adalah ridha dengan takdir Allah baik yang menyedihkan, menyusahkan maupun yang menggembirakan
Ridha : ikhlas menerima

Perjalanan Hidup Manusia Al Insyiqaq : 16-19

فَلَا أُقْسِمُ بِالشَّفَقِ
وَاللَّيْلِ وَمَا وَسَقَ
وَالْقَمَرِ إِذَا اتَّسَقَ
لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَن طَبَقٍ


16. Maka Aku bersumpah demi cahaya merah pada waktu senja
17. Demi malam dan apa yang diselubunginya
18. Demi bulan apabila jadi purnama
19. Sungguh akan kamu jalani tingkat demi tingkat

Apabila seseorang mukmin berlaku sabar dalam menghadapi musibah, dan berlaku demikian karena ingin mendapat pahala dari Allah, maka Allah takkan mengecewakannya. Bahkan Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik

Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya, agungnya pahala itu terletak pada besarnya cobaan. Apabila Allah mencintai suatu kaum maka Allah akan mencobanya. Maka barangsiapa rela menghadapinya, Allah akan merestuinya, dan barangsiapa yang berlaku sebaliknya, maka Allah akan murka kepadanya”.( Hadits riwayat Turmudzi dan Ibnu Majah ) 

“Apabila anak seorang hamba meninggal, Allah berfirman kepada para malaikat : “Kamu telah mencabut (nyawa) anak hamba-Ku?”. Para malaikat menjawab : “Ya”. Kemudian Allah berfirman : “Apa yang dikatakan hamba-Ku?”. Para malaikat menjawab : “Ia memuji-MU dan berlaku sabar mengharapkan pahala-Mu”. Allah lalu berfirman pada mereka : “Bangunkanlah sebuah gedung di surga buat hamba-Ku kemudian berilah nama Baitulhamd”( Hadits riwayat Turmudzi). 


Dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman kepada nabi Musa as.:

“Wahai Musa! Tidak ada yang paling aku cintai dari makhluk yang pernah aku ciptakan kecuali hambaku yang mukmin dan sesungguhnya ketika aku menimpakan bencana kepada dia, sesungguhnya terdapat kebaikan bagi dia didalamnya serta ketika aku menghalangi dia dari ( mendapat ) sesuatu itu juga karena terdapat kebaikan baginya dalam hal tersebut karena sesungguhnya aku lebih tahu apa yang paling maslahat bagi hambaku…


Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

“Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon

FAEDAH PENTING

Keimanan yang benar terhadap takdir akan membuahkan hal-hal penting, di antaranya sebagai berikut : Pertama: Hanya bersandar kepada Allah ketika melakukan berbagai sebab, dan tidak bersandar kepada sebab itu sendiri. Karena segala sesuatu tergantung pada takdir Allah.
Kedua: Seseorang tidak sombong terhadap dirinya sendiri ketika tercapai tujuannya, karena keberhasilan yang ia dapatkan merupakan nikmat dari Allah, berupa sebab-sebab kebaikan dan keberhasilan yang memang telah ditakdirkan oleh Allah. Kekaguman terhadap dirinya sendiri akan melupakan dirinya untuk mensyukuri nikmat tersebut.
Ketiga: Munculnya ketenangan dalam hati terhadap takdir Allah yang menimpa dirinya, sehingga dia tidak bersedih atas hilangnya sesuatu yang dicintainya atau ketika mendapatkan sesuatu yang dibencinya. 

Prinsip Keimanan kepada Takdir

Pertama: Mengimani bahwa Allah Ta’ala mengetahui dengan ilmunya yang azali dan abadi tentang segala sesuatu yang terjadi baik perkara yang kecil maupun yang besar, yang nyata maupun yang tersembunyi, baik itu perbuatan yang dilakukan oleh Allah maupun perbuatan makhluknya. Semuanya terjadi dalam pengilmuan Allah Ta’ala.

Kedua: Mengimanai bahwa Allah Ta’ala telah menulis dalam lauhul mahfudz catatan takdir segala sesuatu sampai hari kiamat

Takdir baik dan buruk

Baik dan buruknya takdir yang mensifati adalah Manusia
Bila sejalan dengan tabiatnya disifati baik (kaya, sehat dan bahagia)
Bila Tak sejalan dengan tabiatnya disifati buruk (miskin, sakit dan musibah)

CONTOH……
Manusia memandang sakit

Adalah keburukan
Namun sudut pandang ini akan menjadi lain bila orang memahami dalil berikut  
Hadits Bukhari 5209

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ الْحَكَمُ بْنُ نَافِعٍ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
 مَا مِنْ مُصِيبَةٍ تُصِيبُ الْمُسْلِمَ إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا عَنْهُ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا

Tidaklah suatu musibah yg menimpa seorang muslim bahkan duri yg melukainya sekalipun melainkan Allah akan menghapus (kesalahannya). [HR. Bukhari No.5209].


Hadits Bukhari 5210

 مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit & keletihan, kehawatiran & kesedihan, & tak juga gangguan & kesusahan bahkan duri yg melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya. [HR. Bukhari No.5210


حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَلْحَلَةَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ


Sakit bisa bermakna kebaikan


Manusia memahami kematian

Ditinggal keluarga, Istri/suami atau anak adalah sebuah keburukan

Namun bila orang memahami dalil berikut akan berpandangan lain

Dari Abu Musa bahwa Rasulullah saw bersabda,”Apabila anak seorang hamba meninggal dunia maka Allah berfirman kepada para malaikat-Nya,”Apakah engkau telah menggenggam anak dari hamba-Ku itu?’ Para malaikat menjawab,’Ya.’ Allah berfirman,”Apa yang dikatakan hamba-Ku itu?’ Para malaikat menjawab,’Segala puji bagi-Mu dan dia mengucapkan istirja’ (inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, pen). Lalu Allah berfirman,’Bangunkan baginya sebuah rumah di surga dan namakanlah rumah itu dengan nama ‘rumah pujian’” (HR. at Tirmidzi)

Dari Abu Hurairoh berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Allah swt berfirman,’Tidaklah seorang hamba-Ku yang beriman mendapatkan suatu pahala apabila Aku genggam orang yang dikasihinya dari penduduk dunia kemudian dia rela dengannya kecuali dia (akan mendapatkan surga).” (HR. Bukhori)

Rasul  saw bersabda,”Tidaklah seorang wanita diantara kalian yang telah memberikan tiga anaknya (meninggal) kecuali mereka semua akan menjadi penghalang baginya dari neraka.’ Lalu seorang wanita berkata,’Bagaimana dengan dua orang anak.?’ Nabi bersabda,’Termasuk juga dua orang anak.” (Muttafaq Alaih)


Balasan bagi orang yang Rela Kekasihnya dipanggil Allah SWT 

1. Dibangunkan sebuah rumah pujian di surga Allah swt
2. Dibalas dengan surga
3. Menjadi penghalang bagi orang tuanya dari api neraka

Hikmah dibalik takdir

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).“ (Qs. ar-Rum : 41)

Memberi kemadharatan agar manusia kembali ke jalan yang benar
Untuk menguji yang imannya benar.











Rabu, 05 September 2018

PERBAIKILAH SHOLATMU ALLAH AKAN PERBAIKI HIDUPMU

By:
Dwi Wiyono

Rasulullah SAW bersabda:

Sesungguhnya ada seseorang yang sholat selama 60 tahun, namun tidak diterima (oleh Allah) amalan sholatnya selama itu walau satu sholatpun. Boleh jadi (sebabnya) dia sempurnakan ruku’-nya tetapi sujudnya kurang sempurna, demikian pula sebaliknya” (Hadis Hasan, riwayat Ibn Abi Syaibah dari Abu Hurairah RA, Shahih al-Targhib, no. 596)

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

“Manusia paling buruk pencuriannya adalah orang yang mencuri dari sholat”. Mereka (para sahabat) berkata, “Bagaimana ia mencuri sholatnya?” Beliau bersabda, “Dia tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya”, atau beliau bersabda, “Dia tidak meluruskan punggungnya ketika rukuk dan sujud”. [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (5/310). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (no. 885)]


Pada suatu hari Rasulullah SAW melihat seseorang sedang sholat dengan gerakan yang cepat, tanpa menyempurnakan posisi sujud dan ruku’-nya, maka Rasulullah SAW bersabda: (Kalau dia mati dalam kondisi sholat model begini, maka dia mati bukan di atas (petunjuk) agama Muhammad SAW
(HR. Ibnu Abi Syaibah, At-Thabrany, dll. Shahih al-Targhib no. 528)

Rasulullah SAW pernah menyuruh seorang laki-laki mengulangi sholatnya sampai 3 x karena tidak sempurna dalam ruku dan sujudnya, sampai laki-laki itu berkata:“ Demi Dzat yang mengutus anda dengan kebenaran, aku tidak bisa melakukan yang lebih baik dari shalat seperti ini, maka ajarilah aku.” Beliau pun bersabda:“Jika kamu berdiri untuk shalat maka bertakbirlah, lalu bacalah ayat yang mudah dari Al Qur’an. Kemudian ruku’-lah hingga benar-benar thuma’ninah (tenang/mapan) dalam ruku’, lalu bangkitlah (dari rukuk) hingga kamu berdiri tegak (lurus), kemudian sujudlah sampai engkau thuma’ninah dalam sujud, lalu angkat (kepalamu) untuk duduk hingga thuma’ninah dalam keadaan dudukmu. Kemudian lakukanlah semua itu di seluruh shalat (rakaat) mu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Suatu hari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengerjakan shalat, dan setelah selesai beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

‘Wahai Fulan, kenapa engkau tidak membaguskan shalatmu? Kenapa orang yang shalat itu tidak mau intropeksi bagaimana ia mengerjakan shalat untuk kebaikan dirinya? 

Dalam riwayat lain: “Rasulullah shalat zhuhur mengimami kami, setelah salam beliau memanggil seorang laki-laki yang ada di shaf terakhir, beliau bersabda,

‘Wahai fulan, tidakkah kamu bertakwa kepada Allah. Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana kamu shalat? Sesungguhnya salah seorang dari kalian jika dia berdiri shalat, dia berdiri bermunajat kepada Rabbnya maka hendaknya dia memperhatikan bagaimana dia bermunajat kepadaNya, sesungguhnya kalian beranggapan aku tidak melihat kalian. Demi Allah, sesungguhnya aku melihat di belakang punggungku seperti aku melihat di depanku’.”

Dan juga riwayat beliau yang lain:

“Dan demi Dzat yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya aku dapat melihat apa yang ada di belakangku sebagaimana aku dapat melihat apa yang ada di depanku, maka luruskanlah barisan shalatmu serta perbagus ruku’ dan sujud kalian.” (Shahiih; Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, an-Nasaa-iy, Ibnu Khuzaimah dalam shahiihnya, al-Hakim dalam shahiihnya; dan selainnya.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“(Shalat Ashar) itulah shalat (yang biasanya ditelantarkan) orang munafik, ia duduk mengamat-amati matahari, jika matahari telah berada diantara dua tanduk setan, ia melakukannya dan ia mematuk empat kali (- Rasul pergunakan istilah mematuk, untuk menyatakan sedemikian cepatnya, bagaikan jago mematuk makanan -pent) ia tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali.” (HR. Muslim)


Wajibnya Memperbaiki Kualitas Shalat

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya tidak sempurna shalat seseorang sehingga dia berwudlu’ yaitu membasuh anggota wudlu’nya (dengan sempurna) kemudian bertakbir, memuji Allah Jalla wa ‘Azza, menyanjung-Nya dan membaca AL Qur’an yang mudah baginya. Setelah itu mengucapkan Allahu Akbar, kemudian ruku’ sampai tenang semua persendiannya, lalu mengucapkan “Sami’allahu liman hamidah” sampai berdiri lurus, kemudian mengucapkan Allahu Akbar, lalu sujud sehingga semua persendiannya tenang. Setelah itu mengangkat kepalanya sambil bertakbir. Apabila dia telah mengerjakan seperti demikian, maka shalatnya menjadi sempurna.”


Dari Abul Yasar bahwa Nabi bersabda,

“Di antara kalian ada yang shalat dengan sempurna, di antara kalian ada yang shalat setengah, sepertiga, seperempat dan seperlima sampai men- capai sepersepuluh.” (Hasan, Diriwayatkan oleh an-Nasal dengan sanad hasan. Nama Abui Yasar -dengan ya dan sin, keduanya dibaca fathah- adalah Ka’ab bin Amr as-Sulami. Ikut dalam perang Badar. HN. 538 dalam Shahiih Targhiib wat tarhiib)

( Agar ketidaksempurnaan shalat kita tertambal )

Rasululloh shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Sungguh amalan hamba yang pertama kali dihisab dari seorang hamba adalah sholatnya. Apabila bagus maka ia telah beruntung dan sukses dan bila rusak maka ia telah rugi dan menyesal. Apabila ada kekurangan dari sholat wajib yang ia kerjakan, maka Rabb Azza wa Jalla berfirman, ‘Lihatlah apakah hambaKu itu memiliki sholat tathawwu’ (sholat Sunnah). Lalu disempurnakan dengannya yang kurang dari sholat wajibnya tersebut, kemudian seluruh amalannya diberlakukan demikian…(HR at-Tirmidziy dan lain-lain; kemudian ia berkata bahwa hadits ini; “Hadits Hasan Gharib”)

Ketika kita tidak mengetahui harus memulai dari mana untuk memperbaiki hidup kita, maka mulailah untuk memperbaiki shalat dan memperbaiki diri, karena saat kita mampu memperbaiki keduanya sudah pasti Allah akan memperbaiki hidup kita.

Karena di dalam diri kita mungkin masih banyak sekali kekurangan yang harus di sempurnakan. Sebab, setiap manusia pasti tidak akan luput dari yang namanya dosa, hingga seakan dosa sudah melekat pada diri manusia.

Perbaiki diri mulailah dengan sholat kita, mengapa? Saat kita memulai perbaikan diri dengan memperbaiki shalat terlebih dahulu memang adalah langkah yang tepat dan benar.

Karena shalat merupakan ibadah yang paling utama dalam menghamba kepada Allah, dan sholat adalah ibadah yang membuat hambanya dekat dengan-Nya. 

Tahukah sahabat apabila shalat kita sudah baik menurut Allah, maka sudah jelas kehidupan kita juga akan membaik.

Mengapa kita harus memperbaiki shalat terlebih dahulu untuk menjadi lebih baik? Karena memulainya dengan memperbaiki shalat terlebih. Sebagaimana tercantum dalam rukun islam, sholat merupakan ibadah yang paling utama setelah syahadat. 

Apabila shalat kita sudah baik menurut Allah, maka sudah jelas kehidupannya kita juga akan membaik. Sudah sangat jelas Firman Allah mengatakan : “Dan barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan menjadikan kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath-Thalaq:4).

Kalau kita ingin memperbaiki mutu kehidupan, maka tingkatkanlah mutu shalat kita dengan berusaha untuk mengerti dan paham setiap ayat dan kalimat yang dibaca. Shalat yang benar dan khusuk memberikan jaminan bagi kita untuk mendapatkan kesejahteraan hidup didunia maupun akhirat. 

Bebas dari kemelaratan, kehinaan, kebingungan, kekalutan, tekanan ekonomi berkepanjangan, dan musibah yang selalu berkesinambungan. Segera perbaiki mutu sholat kita, raihlah kemenangan dan sukses hidup di dunia maupun akhirat.