NGOBAR ASSALAM

Ngobar Assalam, ikuti dan kunjungi Ngobar Assalam di Masjid Assalam Minomartani setiap hari Minggu Pagi sehabis sholat jama'ah Subuh.

Jumat, 19 September 2014

Mekanika Benda Langit (Celestial Mechanics) Gerak Matahari

Mekanika Benda Langit
(Celestial Mechanics)
Gerak Matahari

oleh : Arief Hermanto


Ngobar di Masjid Assalam
23 Maret 2013


QS  Yaasiin





38. dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. 


Dalam alam semesta ada milyaran galaksi.
Salah satu galaksi itu adalah galaksi Milky Way.
Dalam galaksi ada milyaran bintang.
Salah satu bintang dalam Milky Way adalah matahari.


Galaksi  Milky Way (Jalan Susu) dilihat dari bumi (dari samping).
Kita berada pada bidang tengah galaksi, agak ke pinggir
di tepi galaksi.


Bumi bergerak mengitari matahari sekali dalam 1 tahun (sekitar 360 hari).
Bumi juga berputar pada porosnya sekali dalam 1 hari (24 jam).
Poros bumi agak condong terhadap bidang edarnya.


Dilihat dari permukaan bumi, setiap hari matahari terbit di Timur dan tenggelam di Barat.
Tempat terbitnya matahari selalu bergeser sehingga ada dua tempat batas pergeseran tempat terbit dan tenggelamnya matahari.

QS Ar Rahmaan




17. Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya[1442]

[1442]. Dua tempat terbit matahari dan dua tempat terbenamnya ialah tempat dan terbenam matahari di waktu musim panas dan di musim dingin.


Saat di mana matahari mencapai titik tertinggi dalam peredarannya pada siang hari
(mencapai titik kulminasi, yaitu memotong garis meridian langit)
 dapat dihitung dengan mekanika benda langit (ilmu falaq) ==> 

Penentuan waktu sholat dengan perhitungan


Zhuhur : Matahari tepat berkulminasi ditambah sedikit bergeser ke Barat. Tambahan itu ketika tepi bola matahari meninggalkan meridian langit, sekitar 2-5 menit.

Ashar :  Syafii : Panjang bayangan sama dengan panjang benda. Hanafi : Panjang bayangan 2 kali panjang benda.

Maghrib : Matahari tenggelam. Pada saat itu langit masih berwarna merah karena pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi.


Isya’ : Ketika langit di Barat menjadi gelap. Cahaya pembiasan matahari tidak nampak lagi.

Subuh : Ketika langit di Timur mulai terang merata. Matahari masih di bawah ufuk (horizon).


Dimungkinkan terjadinya perbedaan hasil perhitungan karena :

1) Perbedaan rumus perhitungan yang digunakan.
2) Penentuan koordinat tempat, contoh : Berapakah lintang dan bujur kota Yogyakarta dan ketinggian dari muka laut.
3) Perbedaan interpretasi. Misalnya dimungkinkan adanya perbedaan pendapat mengenai berapa derajat posisi matahari pada saat Isya’ dan Subuh.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar