NGOBAR ASSALAM

Ngobar Assalam, ikuti dan kunjungi Ngobar Assalam di Masjid Assalam Minomartani setiap hari Minggu Pagi sehabis sholat jama'ah Subuh.

Minggu, 05 Agustus 2018

Gerhana Bulan

Gerhana Bulan
Arief Hermanto
Presentasi di acara Ngobar Masjid Assalam, Yogyakarta Juli, 2018

Foto bulan yang diambil dari Apollo 11.

Surat ke 36 : Yasin
39. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. -------------------------------
Ayat ini menyatakan adanya fase-fase bulan : fase awal, kuarter awal, purnama, kuarter akhir, fase akhir.



Surat ke 21 : Al Anbiyaa
33. Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. ------------------------------
Matahari dan bulan masing-masing mempunyai orbit yang teratur
Hadits Nabi Muhammad SAW, riwayat Bukhari :


Sesungguhnya matahari dan bulan itu dua tanda dari beberapa tanda (kekuasaan Allah). Gerhana itu tidak terjadi karena hidup matinya seseorang. Kalau kamu lihat ada gerhana, hendaklah kamu berdoa kepada Allah, bertakbir, bershadaqah dan sholat. -------------------------


Sunnah ketika melihat gerhana tidak hanya sholat, tapi juga bershadaqah.
-Bulan adalah satu-satunya satelit alami yang beredar mengelilingi bumi. -Bulan juga berputar pada sumbunya sendiri sedemikian rupa sehingga hanya satu sisi bulan yang menghadap ke bumi. -Gerakan bulan tahunan terhadap bumi adalah prograde, yaitu pada arah yang sama seperti planet-planet yang lain secara umum. -Pengaruh gravitasi matahari jauh lebih besar dibandingkan bumi meskipun bumi lebih dekat. Ini menimbulkan komplikasi pada perhitungan posisi bulan.
Foto bulan yang diambil dari Apollo 11.


Gerhana bulan terjadi jika matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus sehingga bulan berada pada bayangbayang bumi.

Orbit bulan membentuk sudut sekitar 5 derajat dengan bidang orbit bumi sehingga tidak setiap bulan terjadi gerhana, hanya sekitar 2 kali dalam setahun.
Gerhana bulan terjadi pada saat bulan purnama


Orbit bulan membentuk sudut sekitar 5 derajat dengan bidang orbit bumi sehingga tidak setiap bulan terjadi gerhana, hanya sekitar 2 kali dalam setahun

Orbit bulan membentuk sudut sekitar 5 derajat dengan bidang orbit bumi sehingga tidak setiap bulan terjadi gerhana, hanya sekitar 2 kali dalam setahun.
Orbit bulan membentuk sudut sekitar 5 derajat dengan bidang orbit bumi mengelilingi matahari sehingga tidak setiap bulan purnama terjadi gerhana.


Aturan-aturan Gerhana a) Gerhana bulan terjadi pada saat bulan purnama, namun tidak terjadi setiap bulan. b) Maksimum bisa terjadi 3 gerhana bulan dalam tiap tahun. c) Gerhana cenderung terjadi berpasangan : bulan – matahari – bulan. d) Pola gerhana cenderung berulang dalam siklus 18 tahun 11 hari yang disebut Siklus Sarros. e) Dalam gerhana bulan, fase total maksimum berlangsung sekitar 1 jam 40 menit.


Dalam gerhana total bulan nampak berwarna merah.
Pada fase gerhana total bulan berwarna merah karena cahaya matahari yang berwarna biru dihamburkan ke arah luar sedangkan cahaya yang berwarna merah dibiaskan ke permukaan bulan dan dipantulkan ke bumi.


Bergantung pada keadaan atmosfer bumi bulan bisa nampak merah muda atau agak gelap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar